image1 image2 image3

Hai I'm Samad Dadrana|Selamat Datang di Blog Saya|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|I'M PROFESSIONAL WEB DEVELOPER

Orang Yang suka menyalahkan orang lain

Demi merasa aman pada diri sendiri dan tidak mau dicap buruk oleh orang lain terkadang kita sering menyalahkan orang lain.

"Bukan saya. Merekalah pelakunya. Jujur. Mereka mengacaukannya. Saya sudah memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mendengarkan saya" dan begitu seterusnya. Kata kata terdengar tidak asing ketika seseorang ingin membela dirinya dan menyalahkan orang lain.

Pola lain mungkin hanya berupa kalimat pendek, "Bukan saya" Dan keduanya dibarengi dengan kontak mata yang tidak normal (Misalnya terlalu instens, berubah ubah atau tidak ada kontak mata sama sekali), dan nada suara yang tidak normal misalnya cepat, sedih, atau tegang.

Kita sering dapat merasakan ketegangan dan kepanikan orang yang sedang mengelak dari tanggung jawab, entah mereka sedang berusaha mengelakkannya dengan cerita panjang yang detail atau hanya mengelakkannya mentah mentah. Jadi, kita harus berhadapan dengan kepanikan dan penolakan mereka, sekaligus juga situasinya!

Kejadian menyalahkan ini sering terjadi karena orang tersebut sulit untuk menerima tanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya atau sulit meminta maaf atas akibat tindakan mereka.

Mungkin mereka menganggap kesalahan pribadi sebagai cerminan siapa diri mereka, misalnya, alih alih mengakui "Saya memang salah", mereka secara otomatis menambahkan sesuatu seperti "...Jadi itu membuktikan saya bodoh, lagi".

Mungkin mereka pernah mendatkan hukuman di masa lalu karena melakukan kesalahan, dan mereka menghindari kemungkinan mendapatkan hukuman lagi. Mungkin mereka telah diberi tahu bahwa meminta maaf atau menerima tanggung jawab merupakan tanda kelemahan, Apa pun alasan atau penyebab penumpahan kesalahan, menyalahkan orang lain hampir selalu merupakan reaksi otomatis.

Tips Menghadapi Orang yang Suka Menyalahkan

Tips Menghadapi Orang yang Suka Menyalahkan

Organisasi apapun yang kita masuki - tim, bisnis, rumah sakit, sekolah keluarga - kuncinya adalah menciptakan budaya yang aman, yaitu "tanggung jawab tanpa menyalahkan". Hal ini mudah dilakukan sepanjang kita fokus pada kegiatan di masa datang dan mengesampingkan identitas orang (yaitu siapa mereka) dan perasaan yang tidak ada hubungannya dengan masalah yang sedang terjadi.

Hal ini mungkin membingungkan atau bahkan mengejutkan orang yang terbiasa menyalahkan dan menghukum. Jadi bersiplah jika mereka memerlukan sedikit waktu untuk memahaminya.

Kita banyak mendengar tentang pembentukan budaya "bebas dari menyalahkan", tetapi melakukannya Berikut beberapa cara yang sudah dicoba dan diuji:

Putuskan pola protes dengan menyelanya jika perlu. Hentikan mereka "menyalakan", bagaimanapun mereka melakukannya

Fokuslah pada masa yang akan datang, dan apa yang seharusnya terjadi

Cobalah lupakan apa yang telah terjadi, dan apa yang seharusnya terjadi

Anda mungkin perlu memberi mereka waktu untuk berdiskusi dengan Anda, tetapi ketika Anda menghasilkan yang jelas jelas disetujui, Anda kemungkinan dapat bertanya pada mereka, atau setuju dengan mereka, dalam hal: bagaimana sebenarnya hasil dapat dicapai, dan oleh siapa, kapan, dan dengan sumber daya dan dukungan apa.

Belajar melalui refleksi, pastikan bahwa tiap orang yang terlibat memikirkan tindakan yang akan mereka lakukan secara berbeda sebagai hasil dari apa yang telah mereka pelajari dari peristiwa tersebut.

Beberapa orang akan mendapatkan keuntungan dengan melakukan hal ini sendiri sendiri. Beberapa tim atau kelompok akan mendapatkan keuntungan jika melakukannya bersama sama, atau kombinasi dari keduanya mungkin berhasil.

Semoga bermanfaat...

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar